Kok bisa sih, lidahnya buaya bagus buat kesehatan kita ? Eh, jangan salah, dong. Maksudnya, tanaman lidah buaya, gitu. So, baca semua manfaatnya jangan sampe ada yang kelewat!
Tanaman lidah buaya (aloe vera), adalah sejenis tumbuhan yang terkenal sejak ribuan tahun lalu. Sebelumnya, tanaman ini lebih dikenal sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan buat perawatan kulit juga. Secara umum, aloe vera merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris didunia yang punya toleransi bisa dikembangin sebagai tanaman obat dan bahan baku industry. Masih berdasarkan hasil penelitian, tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat kayak enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat buat kesehatan.
Well, itu baru beberapa kelebihan dari tanaman lidah bintang ini, Eh, lidah buaya.
Berikut ini, Gaul kasih info betapa bersahabatnya tanaman berwarna hijau ini, beserta beberapa zat-zat baik dan keuntungan yang bakal kita rasain, kalo kita mengkonsumsinya.
- 1. Tanaman Serbaguna
Bagian-bagian dari tanaman lidah buaya yang umum bisa dimanfaatin, adalah :
- Daun, yang bisa dipakek langsung, baik secara tradisional maupun dalam bentuk ekstrak.
- Eksudat (getah daun yang keluar kalo dipotong, rasanya pahit dan kental), secara tradisional biasanya digunakan langsung buat perawatan rambut, penyembuhan luka, dll.
- Gel (bagian berlendir yang didapat dengan cara menyayat bagian dalam daun, setelah eksudat dikeluarin), bersifat mendinginkan dan mudah rusak karena oksidasi, sehingga dibutuhin proses pengolahan lebih lanjut, biar diperoleh gel yang stabil dan tahan lama.
Gel lidah buaya sendiri, mengandung karbohidrat tercerna. Berguna sebagai minuman diet. Soalnya tersusun dari 96 persen air dan 4 persen padatan, yang terdiri dari 75 komponen senyawa berkhasiat. Mengkonsumsi aloe vera, sekitar 25-50 cc per hari, 30 menit sebelum makan, bisa membantu menstabilkan kadar gula darah. Sehingga menghambat kerja enzim lipase, yang bikin penyerapan lemak tubuh berkurang.
- 2. Sumber Zat Gizi
Lidah buaya mempunyai kandungan zat gizi yang dibutuhin sama tubuh, mulai vitamin A, B1, B2, B3, B13, C, E, choline, inositol dan asam folat. Sedangkan kandungan mineralnya, antara lain kalsium (Ca), magnesium (Mg), potassium (K), sodium (Na), besi (Fe), zinc (Zn), dan krodium (Cr). Beberapa unsur vitamin dan mineral tersebut dapat berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami, kayak vitamin C, vitamin E, vitamin A, magnesium, dan zinc. Antioksidan ini berguna buat mencegah penuaan dini, serangan jantung dan berbagai penyakit degeneratif.
Daun lidah buaya segar mengandung enzim amylase, catalase, cellulase, carboxypeptidase, dan lain-lain. Selain itu, lidah buaya juga mengandung sejumlah asam amino arginin, asparagin, asam aspartat, alanin, serin, valin, glutamate, treonin, glinin, lisin, prolin, hisudin, leusin dan isoleusin.
- 3. Sumber Antioksidan
Unsur-unsur yang ditemukan pada daun lidah buaya, menunjukkan adanya kemampuan sebagai antioksidan yang kuat dalam tubuh. Misalnya nih, ada sebuah uji coba dengan menggunakan tikus irradiasi, yang diberi filtrate jus daun lidah buaya sebanyak 0,25 ml/kg, selama 5 hari sebelum irradiasi, dan 10 hari setelah irradiasi. Hasilnya, menunjukkan adanya perbaikan terhadap aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD) dan katalase pada organ paru-paru, ginjal, dan jantung. SOD dan katalase merupakan enzim dan sekaligus antioksidan intraseluler yang sangat bermanfaat buat ningkatin system kekebalan tubuh dari berbagai penyakit.
- Penyembuh Penyakit Kulit
Gel lidah buaya memiliki aktivitas sebagai antibakteri, anti jamur, bisa meningkatkan aliran darah ke daerah yang terluka, dan menstimulasi fibroblast, yaitu sel-sel kulit yang bertanggung jawab buat penyembuhan luka. Pemberian gel aloe vera pada hewan percobaan, baik dengan cara diminum atau dioleskan pada permukaan kulit, mampu mempercepat penyembuhan luka.
Pemberian gel secara oral (diminum) sebanyak 100 mg/kilogram berat badan selama dua bulan dapat mengurangi ukuran berat badan sebanyak 62 persen, dibandingkan 51 persen pada kelompok kontrolnya (tanpa pemberian gel). Pengolesan krim yang mengandung 25 persen gel aloe pada permukaan luka selama enam hari, bisa mengurangi ukuran luka sebesar 51 persen dibandingkan 33 persen pada kelompok kontrolnya.
Publikasi pada Journal of Dermatolagic Surgery and Oncology juga menunjukkan, bahwa aloe mampu mempercepat penyembuhan pasca operasi. Gel aloe juga dapat digunakan untuk campuran krim facial penyembuhan jerawat. Campuran krim facial dengan gel aloe bisa menyembuhkan jerawat, 72 jam lebih cepat.
Aloe juga bisa digunakan untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar X. penelitian di Hoshi University Jepang menunjukkan, aloe mengandung senyawa antioksidan yang mampu menyingkirkan radikal bebas akibat radiasi, serta melindungi dua komponen penyembuh luka secara alami ada didalam tubuh, yaitu superoksida dismutase (enzim antioksidan) dan glutation (asam amino yang menstimulasi system kekebalan).
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa 0,5 persen ekstrak aloe ke dalam krim campuran minyak dan mineral dapat menyembuhkan penyakit psoriasis (sejenis penyakit luar).
- 5. Sebagai Obat Makanan, dan Minuman
Daun lidah buaya juga bisa diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Misalnya, jeli, minuman segar sejenis jus, nata de aloe, dawet, dodol, selai, dll. Makanan dan minuman hasil olahan lidah buaya sangat berpotensi sebagai makanan atau minuman kesehatan. Hal tersebut disebabkan kombinasi kandungan zat gizi dan non gizi yang memiliki khasiat untuk mendongkrak kesehatan.
Kegunaan lidah buaya sebagai makanan dan minuman antara lain, berkhasiat untuk obat cacing, susah kencing, susah buang air besar (sembelit), batuk, radang tenggorokan, hepatoprotektor (pelindung hati), imunomodulator (pembangkit system kekbalan), diabetes mellitus, penurunan kolesterol, dan penyakit jantung koroner.
Selain itu, juga bisa menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.